Sailing Trip at Komodo Islands, Labuan Bajo, Flores, Indonesia

First experience living on board

Minggu lalu kami sekeluarga dan beberapa teman berlibur ke Labuan Bajo, buat kami sekeluarga ini adalah salah satu moment yang cukup berkesan di tahun ini. Gimana ngga? Ini pertama kalinya kami sekeluarga menginap 3 hari 2 malam di kapal. Sebelum berangkat sih udah takut ini dan itu, takut mabok laut, takut ngga bisa tidur, takut Gi rewel dan muntah2. Dan bersama Island Trip Indonesia, ketakutan kami jadi ngga berdasar, bawa antimo segambreng sama sekali ngga diminum, TIDAK ada yang namanya mabok laut, susah tidur, goyang goyang di kapal apalagi sampe muntah2. Kami semua enjoy banget. Kapal-nya juga recomended banget, kamarnya bersih dan ber AC, kamar mandinya pun bersih lengkap dengan shower, handuk, sabun dan shampoo, yang paling penting adalah makanannya melimpah dan super enak terutama terongnya, ughhh kami suka banget. Bayangkan, setiap kami habis main di pantai, trekking atau sehabis snorkling, makanan atau snack sudah tersedia sekembalinya kami ke kapal, mulai dari menu sarapan yang menggoda, jus alpukat, es buah (gue nulis ini sambil kangen pengen sailing lagi deh suerr). Awak kapalnya juga sangat helpful karena kami bawa Gi, mereka sering membantu kami menggendong Gi untuk turun naik sekoci atau turun naik tangga. Oh ya! not to forget! Kalo kalian liat foto2 kami yang super indah dengan drone, atau foto underwater, dannn floaties gemes di pink beach, itu semua adalah props dan foto2 yang diambil oleh Island trip Indonesia! Lengkap banget kan servicenya, udah gausah mikir apa2, di jemput di airport, di kapal tinggal duduk manis, di fotoin pula. Untuk harga dan detail kapal, kalian bisa cek disini. Dan untuk booking dan informasi:

ISLAND TRIP INDONESIA
Zarrach
Whatsapp/Call: 081210095324
Instagram: @islandtripindonesia
1412-2018-072464375840785095691

– on board –

 

 

How to get there

Kami terbang direct Jakarta – Labuan bajo dengan citilink. Mulai akhir oktober kemarin, #citilinkterbangkelabuanbajo 1x penerbangan direct setiap harinya. Berangkat jam 12an, balik dari labuan bajo jam 3 siang. Jadwal penerbangan ini pas banget dengan itinerary trip kami. Harganya juga cukup bersahabat, kemarin kami dapat harga pp 2,5 juta, kalo lagi low season pp bisa 1,6 juta saja. Pengalaman kami kemarin, pesawatnya on time walaupun pas berangkat sempat turun hujan. Pesan tiketnya juga mudah banget, kalian bisa pesan tiket ke labuan bajo di mobile app citilink.

 

What to explore

Hari pertama sesampainya di Labuan Bajo, kami hanya sempat check in hotel, sunsetan di paradise bar, belanja snack2 di supermarket dekat dermaga untuk 3 hari ke depan, lalu makan malam di italian restaurant “Made in Italy”, lalu balik ke hotel.

Hari kedua, kami start sailing jam 10 pagi. Tujuan pertama kami hari ini adalah ke pulau kelor. Ternyata medannya cukup berat, kami harus trekking kurang lebih 40 menit pp, tidak ada tangga, hanya pasir dan bebatuan, dan cukup terjal. turunnya gimana? akuh ngesott ngesot sampai celana robek 😀 . Setelah dari pulau Kelor, kami break untuk makan siang di kapal sebelum melanjutkan perjalanan kami untuk snorkling di dekat Pulau Kelor, cukup sedih karena kami suka menemukan sampah plastik disini yang konon katanya setiap musim hujan suka terbawa ombak dari pulau-pulau terdekat. Selesai snorkling, jus alpukat yang lezat sudah siap menyambut kami. Kapal pun melanjutkan pelayarannya ke gili lawa, untuk melihat ribuan kelelawar yang keluar dari pulau tersebut pada waktu matahari tenggelam. Setelah menyaksikan indahnya langit senja sore itu yang dipenuhi dengan kelelawar, kamipun melanjutkan perjalanan untuk bermalam di perairan pulau Padar.

1412-2018-073170675847848279959

LRM_EXPORT_82238097972103_20181214_213958236

– kelor island –

Hari ketiga, Kami bangun jam 4 subuh untuk sarapan dan siap-siap untuk trekking dan menikmati sunrise di Pulau padar. Trekking disini lebih panjang dari pulau kelor, tapi medannya jauh lebih mudah karena sudah ada tangga disana, Pemandangan dari atas pulau padar memang menakjubkan, dan untuk foto di spot favorite ini kalian harus antri dengan pengunjung lain. Matahari telah beranjak tinggi, kamipun kembali ke kapal untuk breakfast sambil melanjutkan perjalanan ke pulau komodo, untuk melihat komodo tentunya, sebenarnya ada juga pulau rinca tempat komodo tinggal, tapi karena hari itu panas banget dan kami juga bawa Gi, kami memutuskan untuk mengunjungi pulau komodo dimana lebih banyak pohon dan jalurnya lebih mudah. Setelah cukup mendebarkan bertemu dengan 5 ekor komodo, kami kembali ke kapal untuk lunch dan bersiap2 untuk bermain pasir dan snorkling di pink beach. Well pantai ini benar-benar menakjubkan, sekedar tidur-tiduran sambil baca buku sambil mendengarkan deburan ombak rasanya sudah bahagia banget. Tak lupa kamipun mengunjungi Pulau gusung / taka makasar, gundukan pasir di tengah laut. Dan berlayar ke manta point, dimana kami dapat menyaksikan manta ray yang berenang hilir mudik, sayangnya sore itu mendung dan gerimis, dan tidak dianjurkan untuk turun snorkling karena arusnya cukup deras.

DCIM/102MEDIA/DJI_0325.JPG90383AC0-C98F-4937-8982-D2A4F5DADFDD1412-2018-073106175847202895220

LRM_EXPORT_82662464944389_20181214_214702603

– Pink beach, padar island, taka makasar –

Hari keempat, setelah sarapan kami mengunjungi pulau kanawa. so far buat kami yang bepergian bersama Gi, kami paling suka snorkling disini, karena Gi susah banget diajak berenang di laut, di pulau ini, di tepi laut saja kami sudah dapat menyaksikan ikan-ikan berenang mengelilingi kami. Setelah puas snorkling, kami kembali ke kapal untuk bersiap-siap kembali ke Labuan bajo.

LRM_EXPORT_81590317766413_20181214_212910455LRM_EXPORT_81580436245479_20181214_212900574

 

Traveling with kid(s)

Kenapa sih kami baru ke Labuan bajo sekarang? sebenernya udah pengen banget pergi dari beberapa tahun yang lalu, dan sempet booked semua-semuanya untuk pergi ber2 aja tahun lalu, cuma berhubung ada travel warning Gunung Agung, akhirnya kami membatalkan kepergian kami. Dan alasan lainnya adalah kata orang-orang ga bisa bawa anak kemari. Memang sih, hanya ketemu satu turis asing saja yang bawa anak selain Gi. Alhasil Gi selalu ditepukin tangan orang-orang setiap trekking berhasil sampai puncak. Possible ga bawa anak ke labuan bajo? SANGAT POSSIBLE! Memang trekking di pulau kelor lumayan sulit, terutama jalan turun, untungnya ada ABK yang siap siaga gendongin Gi 😀 (mantap banget yah servicenya islandtripindonesia). Kalo snorkling kami bawain Gi pelampung jacket. Labuan bajo recomended banget buat anak2 belajar banyak hal mengenai alam, dari macam-macam ikan dilaut, ketemu komodo bagaimana dia hidup, bertelur, dan mencari mangsa, dll.

1412-2018-071959175835732939339

– Piggy back ride at kelor island –

What to prepare

  1. antimo buat yang takut mabuk laut.
  2. obat-obatan pribadi.
  3. sendal atau sepatu trekking.
  4. kacamata hitam dan topi.
  5. baju renang.
  6. baju yang mudah kering dan menyerap keringat.
  7. sunblock dan aloe vera gel / after sun gel tentunya. Ini wajib banget guys! karena ga berasa tiba2 kebakar dan perih banget.
  8. Drybag untuk menyimpan barang-barang penting.
  9. Senter, kalo berencana trekking pulau padar pas masih gelap.
  10. Untuk anak : antimo anak, obat-obatan, baju renang, life jacket/pelampung dan kacamata renang, snack, abon, dkk, just in case ngga cocok makanan kapal yang agak spicy.

 

Need to know

  1. Best time untuk berkunjung ke Labuan bajo adalah pas musim kemarau (july-oktober) dimana pulau-pulau berwarna keemasan dan matahari bersinar terang, tapi memang akan crowded banget dibulan-bulan tersebut.
  2. Carilah trip yang recomended karena kalian akan stay disana selama beberapa hari.
  3. Wanita yang sedang datang bulan biasanya tidak diijinkan untuk masuk melihat komodo.
  4. Untuk pergi ke suatu pulau, biasanya akan transfer ke sekoci dulu.
  5. Bawa baju dan koper yang ringkas saja, karena space di kapal tidak besar dan mengharuskan berbagi, ada baiknya kalian benar-benar bawa barang-barang yang dibutuhkan saja.

 

 

2 thoughts on “Sailing Trip at Komodo Islands, Labuan Bajo, Flores, Indonesia

  1. fikri muhamad says:

    Duh gak kebayang enaknya ke pink beach, kayaknya harus banget nih nabung buat trip kesana, btw tips2nya bermanfaat banget kak makasih!
    #oleholehmyanmar

    Like

  2. Ayu Rosyidah says:

    Waah, kagum banget sih sama orang-orang yg suka eksplor negeri kita sendiri, ini salah satu bentuk “Ekspresi Nasionalisme”, dengan mengunjungi wisata di Indonesia, kita turut membantu menjaga dan melindungi kekayaan negeri kita dari wisatawan asing, sekaligus bisa memambah devisa negara. Terimakasih kakak-kakak dari The Prastyas Trip sudah menginspirasi, semoga menambah rasa nasionalisme kita semua ya… Sukses selalu untuk trip-trip selanjutnya.
    #oleholehmyanmar

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s