Myanmar

Hello 2019! Selamat tahun baru buat kalian semua dan selamat juga buat Maruly dan Ayu yang telah memenangkan giveaway #oleholehmyanmar. Kali ini kami akan mengupas tuntas apa saja yang perlu kalian ketahui sebelum kalian traveling ke myanmar.

How to get there

Akhir tahun kemarin kami sekeluarga menyempatkan explor myanmar, ada 3 kota yang menjadi tourist attraction yaitu yangon (ibukota negara), bagan dan mandalay (dan sekitarnya). Setelah mencari tau dari berbagai sumber, akhirnya kami memutuskan untuk pergi ke mandalay dan bagan saja, karena keterbatasan waktu kami, dan objek wisata yang kurang begitu banyak dan kurang lebih mirip-mirip dengan yang terdapat di Mandalay. Opsi penerbangan ke myanmar pun kurang begitu banyak. Paling banyak adalah Jakarta – Yangon, dan kemarin sih kami ga nemu budget flight, semuanya mahal (T___T) Kalo search Jakarta – Mandalaypun ga ada yang murah (kami memang agak dadakan sih, baru beli tiket beberapa minggu sebelum hari H). Mahalnya tuh bisa sampe 8 juta pp kan udah kaya ke eropa aja kan ya. Alhasil kami beli ketengan jakarta – bangkok , lalu bangkok – mandalay, lebih murah 25% deh tiketnya, dan bisa banget mampir belanja di Bangkok.

Where to go

Kami spent 5 hari di myanmar, 2 malam di mandalay, 1 malam selanjutnya di Bagan, dan malam terakhir balik ke mandalay, sebelum terbang balik ke bangkok. beberapa tempat yang instagramable dan wajib kalian kunjungi:

  1.  Mandalay Palace – Hari pertama kami tiba di mandalay tengah hari, airport di mandalay begitu lenggang siang itu. Sopir kami selama 5 hari disanapun sudah menunggu kami dengan papan nama. Setelah selesai tarik atm dan beli simcard, kami langsung menuju mandalay palace. Satu komplek tempat tinggal raja-raja dari monarki terakhir di myanmar. Palace ini di rekonstruksi di abad ke 18.

    1101-2019-0908332341978943097231

    – Mandalay Palace –

  2. Shwenandaw monastery – Tak jauh dari mandalay palace, kami menyempatkan mampir di monastery ini untuk berfoto.
  3. Mandalay Hill – Hari pertama kami menghabiskan waktu menyaksikan matahari tenggelam di mandalay hill sebelum kembali ke hotel untuk beristirahat.
  4. Maha Sandamuni – Hari ke 2 di Mandalay, pagi-pagi kami mengunjungi pagoda ini. Bangun pagi adalah salah satu kunci untuk mendapatkan foto – foto yang bagus dimana objek wisatapun belum ramai dipenuhi dengan turis.

    1101-2019-0915468341986079518894

    – Behind Maha sandamuni temple –

  5. Monk Monastery/Maha Gandayan – Jam 10 pagi kami sempat mampir ke monk monastery untuk melihat prosesi para monk berbaris membawa jatah makanan untuk dimakan, sebelum melanjutkan perjalanan sekitar 1,5 jam ke mingun area.

    1101-2019-0910565341981176061292

    – Monk queuing for food –

  6. Hsinbyume Pagoda di Mingun area – Spot turis yang instagramable ini wajib kalian kunjungi . Buka dari jam 8 pagi sampai jam 5 sore. Dibangun dari abad ke 18 yang didedikasikan untuk Putri Hsinbyume (white elephant) yang meninggal di area pagoda tersebut. Untuk Tiket masuk di myanmar akan kami jabarkan lebih detail di kolom “need to know” karena tiketnya per area, bukan ber objek wisata.

    1101-2019-0918102341988713204310

    – Hsinbyume –

  7. U Bein Bridge di Mingun area – Tempat ini terkenal banget sebagai tempat untuk menikmati sunset. Tapi bayangkan ratusan manusia yang memadati tempat itu di sore itu membuat kami explore ke kiri dan kanan dari jembatan tersebut. Di sebelah kiri ada temple kecil dengan hamparan sawah luas menguning disinari teriknya mentari, di kanan jembatan ada sungai, dan memungkinkan untuk berlayar sambil menikmati sunset. Pemandangannya memang indah!

    1101-2019-0957899342148509974457

    – Sunset near U bein bridge –

  8. Ananda temple – Hari ke 3 kami berangkat pagi-pagi untuk pindah ke kota Bagan, Sore hari sesampainya di Bagan, kami langsung diajak mengunjungi ananda temple, salah satu temple terbesar di bagan. Dan karena akuhh pake celana pendek pada saat itu. Dicegat deh sama security ngga boleh masuk 😦 alhasil ambil baju dari mobil untuk menutupi kaki.

    1101-2019-0908606342159217067735

    – Ananda temple –

  9. Temple area in Bagan – Hari ke empat kami bangun jam 4.30 subuh untuk menyaksikan sunrise dengan hot air balloon over bagan. Beautiful! Memang agak tricky untuk pilih spot menyaksikan hot air baloon di Bagan karena dari awal tahun 2018 sudah tidak diperbolehkan memanjat pagoda, karena memang sebenarnya kondisinya sudah tidak aman untuk dipanjat. Ada beberapa tempel yang bisa kalian kunjungi antara lain : Lou ka Oushang, Shwezigon pagoda, Shwenandaw pagoda, Sulamani temple. Setelah puas menjelajahi kota bagan, menjelang sore hari, kamipun melanjutkan perjalanan kami untuk kembali ke Mandalay. 1101-2019-0902786342153397149247

    1101-2019-0906332342156942788048

    – Shwezigon Pagoda –

  10. Kuthodaw Pagoda – Hari Ke5, sebelum pergi ke airport, kami menyempatkan untuk mampir ke kuthodaw pagoda. Tempat ini meamng cantik banget buat foto. dan sangat disarankan untuk pergi pagi hari agar belum ramai dan bisa mendapatkan foto yang baik.

    1101-2019-0900478342151089636227

    – Kuthodaw Pagoda – 

Where to Stay

Mandalay – Eastern Palace hotel , kamarnya ok, bersih dan nyaman, menu breakfastnya kurang bervariatif dan kurang enak. better room only kalo kalian berencana stay di sini.

Mercure Mandalay hill – Hotel ini besar dan wah, kamarnya bersih, handuknya kurang bersih, dan furniturenya sudah terlihat lama. Breakfastnya sangat recommended. Pilihan nya beragam, dan mereka menyajikan bermacam-macam local food juga.

Bagan – Bagan Heritage hotel. Highly recommended hotel. nyaman banget. breakfastnya ok. Cuma memang letaknya agak jauh dari pusat kota (dekat nyaung-U airport).

Where to eat

1. Meeshay At 18th street between 82nd and 83rd street is a must place to go! Ini rice noodles khas myanmar yang bener2 juara banget rasanya. Harganya 12rb saja per mangkuk. Kami direkomendasikan tempat ini oleh driver kami di mandalay. Sayangnya ini non halal yah guys!

1101-2019-0905113342155724120913

– meeshay, da booommm –

1101-2019-0909794342160405517057 (1)

– Pan Tha Kin coffee on the way to bagan –

2. Green Elephant, tempatnya nyaman, tea leaf saladnya patut dicoba, varian makanannya juga beragam, untuk harganya cukup mahal.

3. Mingalabar cafe, ok tempat ini touristy banget dan rame banget. Tapi makanannya cukup recomended. Mereka menyediakan berbagai macam local food.

4. The Bagan Cafe at mingun area – Highly recomended! both food and price! Fish currynya enak banget. Servicenya cukup memuaskan. Kami harus masuk agak kedalam kampung untuk menemukan restaurant ini, jangan kaget kalo kalian tiba2 menemukan outdoor cafe di hamparan rumput hijau , serta di pinggir danau pula. Dijamin memanjakan lidah dan mata kalian.

Need to know

  1. Hot air baloon di Bagan hanya akan terbang dari sekitar bulan september sampai maret dimana cuaca di bagan sedang cerah.
  2. Best time to visit myanmar is during winter time (oktober-maret) karena udaranya cukup dingin terutama di pagi dan malam hari, dan curah hujan rendah. Kemarin pas kami kesana, tidak ada hujan dan awan sama sekali.
  3. Tidak ada exchange rate rupiah – kyat dan sebaliknya, jadi sebaiknya kalian tukar dengan US dollar atau tarik ATM. Dan bawa secukupnya saja, karena tidak dapat ditukar lagi setibanya di Indonesia.
  4. Mandalay to airport kurang lebih 50 menit, Mandalay to mingun kurang lebih 1,5 jam, Mandalay to bangan kurang lebih 4 jam.
  5. Sistem tiket masuk objek wisata adalah per area, kalian cukup membayar 10,000 kyat (kurang lebih 100,000 IDR) untuk memasuki area mandalay, dan berlaku sampai 5 hari kedepan. Sedangkan mingun area dipungut biaya sebesar 5000 kyat (sekitar 50,000 IDR) dan Bagan 25,000 kyat (sekitar 250,000 IDR) untuk 5 hari, bisa maasuk ke semua temple. Pastikan tiket kalian tidak hilang ya!
  6. Biaya hidup di myanmar tidak semahal di indonesia, transport per hari sekitar 500,000, tiket pesawat kurang lebih 5 juta pp, hotel bervariasi mulai dari yang murah sampai yang mahal. Budget yang harus kalian siapkan untuk 5 hari di myanmar kurang lebih 11 juta rupiah/pax
  7. Pastikan kalian berpakaian sopan, tidak pakai spaggeti strap untuk wanita, harus memakai longji (celana/rok panjang) untuk pria dan wanita, dan sebaiknya kalian pakai sendal aja, karena di setiap temple kalian akan diminta untuk melepas sepatu.

Thank you

 

One thought on “Myanmar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s